Gerakan Sosial Dan Budaya Konservatif Birokrasi

Bung Karno. Dalam buku Pendidikan Islam di mata Bung Karno, substansial dalam buku tersebut ada dua aspek yaitu konservatif dan modernis, di mana Bung Karno mencoba mencanangkan gaya modernis. Baginya pemahaman modernis akan membawa warna baru, cakrawala baru, masyarakat baru dan akan berefek pada keprogresifan. Yah inilah tujuan Bung Karno menghadirkan satu pemahaman gerakan baru yaitu social. Kalau di korelasikan dengan perkataan Bung Karno dalam buku Marx, Sukarno, Hegel, dia mengatakan bahwa kalau kita terus menggunakan teori Marx dan Hegel maka dunia akan terus bertentangan antara kelas yaitu proletar dan borjuasi. Sistem inilah yang di takutkan oleh founding fathers kalau terus mempertahakan konservatisme. Begitu juga sebaliknya kaum konservatisme tidak bisa menerima pemahaman yang di bawa oleh Bung Karno, karena bagi mereka masuknya pemahaman modernis berarti kesucian yang kita yakini akan terkontaminasi oleh pemahaman baru tersebut.

Kontradiksi terus terjadi, sebenarnya kalau di pahami lebih mendalam pemahaman baru atau modernis, orientasinya menuju pada perubahan. Tapi mau bagaimana lagi bagi kaum konservatif perubahan akan terstruktur secara sistematis dengan diruntuhkannya sistem pengendalian kebebasan. Dua pemahaman ini sulit untuk di satukan dalam segala aspek karena masing-masing konsistensi pada keyakinan dan kepercayaan mereka. Kalau kata penulis sendiri bahwa Bung Karno menggunakan pemahaman modernis dengan akal sebagai instrument untuk mencapai satu keruntunan social.

Sosial adalah masyarakat yang memiliki sikap saling menolong antara satu sama lain juga memiliki orientasi yang sama demi kemajuan negara. Jangan heran ketika kita melihat perubahan negara-negara luar dalam segala aspek, karena sistem pemerintah negara luar adalah sistem egaliter. Menurut penulis sendiri, kalau memang negara asing tidak memakai sistem egaliter berarti mereka menggunakan sistem teori ekonomi Adam Smith atau dalam perkataannya negara yang adil adalah mereka yang memberikan kebebasan berekspresi dalam mengembangkan profesi masing-masing. Kemajuan negara tergantung dari kemajuan masyarakat seperti halnya antara laki-laki dan prempuan. Ketika perempuan tidak ada maka laki –laki tersebut seperti orang mati, karena subtansialnya  seorang perempuan tiang negara (Bung Karno), laki – laki sebagai instrument dalam mengembangkan setiap kebutuhan perempuan. Begitu juga sebaliknya negara harus memiliki kesadaran aktif dalam melakukan interaksi secara horizontal supaya pengetahuan tentang social massif.

Kenapa penulis mencoba menyetuh posisi pemerintah supaya aktif dalam  melihat kondisi social di sekitarnya, kalau perkataan abang Rangga Madisa ketika kita ingin mengkritik maka pegangan di butuhkan (data). Tetapi bagi penulis ketika mengharapkan data sebagai gerakan social maka yang terjadi hanya bulshit semua, esensialnya adalah gerakan social hadir karena atas dasar krisis segala aspek dalam ruang lingkup masyarakat. Maka disinilah Gerakan-gerakan social dalam membenturkan seluruh problematikan kepada pemerintah atau mencoba memberitahukan posisi social sekarang ini.

Gerakan social adalah gerakan kolektif kolegial dalam merekonstruksi kembali sistem social yang berkeadilan. Kalau dalam Aksi Massa, buku Tan Malaka, bahwa untuk mengembalikan marwah social dan posisi social metodenya dengan memobilisasi massa dalam merombang kezhaliman yang selalu di tegakkan oleh pemerintah sekarang. Penulis bukan menghadirkan satu narasi oposisi tetapi mencoba menghadirkan alternative sebagai kehidupan social. Gebrakan social adalah (suci) artinya mempunyai niat besar dalam memposisikan social sebagai ruang peningkatan ekonomi. Namun ketika pemerintah menggunakan sistem budaya konservatif, maka jangan heran bahwa akan terjadi  kontras dalam kehidupan antara dua makhluk yaitu masyarakat dan pemerintah, dengan sanksi pemerintah leluasa dalam mencuri satu  kesempatan.

Sebelum masuk dalam poin selanjutnya perlu kita bahas tuntas mengenai gerakan social pada abad 19 M sampai pada abad 20 M, tentang gerakan melawan perampasan, gerakan keras bagi petani sungguh mengemah, agitasi kaum petani yang timbul di tanah  partikel Indonesia  sepanjang abad  merupakan gejala historis dari masyarakat petani pribumi. Pada umumnya hampir semua perlawanan atau kerusuhan yang terjadi di tanah partikel merupakan akibat dari adanya tuntutan pajak yang semakin melonjak. Menurut Sartono Kartodirjo, pergolakan yang ada itu lebih terarah secara khusus pada kebersamaan dalam membingkai negara kebangsaan Indonesia makmur.

Kita sekarang hidup di era modernis maka jelas tentu akan ada sistem baru deligitimasi oleh pemerintah tersebut. Gerakan social besar-besaran yang ada tidak akan menemukan satu kongklusif bila sistem budaya konservatif terus di benahi dan di bentuk oleh pemerintah yang gila akan keuntugan saja. Sulit bagi social untuk melakukan transisi dari motor jadul ke arah motor modernis. Budaya birokrasi hari ke hari semakin sengit dan bengis, terlantar di pojok jalan tanpa ada pengasuh seperti binatang yang hanya mencari makanan untuk menghidupi kesehariannya.

Sebenarnya subtansial dari birokrasi adalah pencari pressure dan happines. Iya inilah namanya kesenangan dan kebahagiaan di atas kemelaratan masyarakat. Budaya konservatif seperti ini harus benar-benar kita waspadai karena sekarang lagi berbicara tentang social. Akan sulit bagi social mendapatkan posisi yang tepat jikalau sistem budaya lama (kolot) masih kita gunakan, sedangkan pemerintah sedang asyik dalam merekonsiliasi dalam mencapai mimpi mereka.

Budaya konservatif pemerintah mengakibatkan krisisnya moralitas manusia, karena perkataan dari immanuel kant bahwa sifat tertinggi manusia adalah moralitas. Maka perlu ketika kita melakukan kesalahan artinya sistem konservatif adalah ruangan kecelakaan bagi social. Alternative yang tepat adalah hilangkan budaya birokrasi yang konservatif yang masih saja memakai sistem nepotisme. Seperti nya nepotisme yang perlu di perhatikan karena akan melecehkan keberadaan individual dan social, saling mempercayai bagi penulis itu semua keblinger dan bulshit semata, ternyata sebenarnya hanya sebagai pemanis.  Maka di haruskan untuk menentang mereka yang menggunakan pemahaman konservatif supaya tidak terjadi kecelakaan berpikir.

Gerakan social dan budaya birokrasi adalah refleksi perihal social mulai dari abad 19 M dan 20 M. Bagi social ketika melakukan gerakan penumbangan kezhaliman, maka dengan Insyallah dia akan di tempat untuk mendukung demi terwujudnya masyarakat Indonesia yang berkeadilan. Budaya birokrasi pemerintah  sulit untuk dilewati karena mereka yang mendominasi mayoritas secara konstitusional. Maka jangan berharap untuk kemajuan negara karena kaum berdasi masih menetap dalam lorong gelap, yang sedang menyusun satu cara untuk menghendel atau menjadikkan pribumi sebagai alat peningkatan ekonomi. Awal dari ini semua akan mengakibatkan dekadensi moralitas dan dehumanisasi.

Tipu menipu adalah cara pemerintah untuk mendominasi masyarakat lemah, salah satu contohnya pembuatan lapangan kerja yang besar. Gaya konservatif seperti inilah yang membuat masyarakat terperangkap, sehingga dengan leluasa mereka menjadikan masyarakat sebagai pemuas saja (Anjas).

Kembali ke pembahasan awal gerakan social adalah gerakan perubahan, maka tidak boleh di pungkiri setiap kesalahan pemerintah akan ada muncul gerakan-gerakan bersama, yang menuntut kebejatan pemerintah. Masa pertentangan antara Bung Karno dan paham konservatif akan terulang kembali akibat dari keuntungan semata.

Saran dari poin di atas adalah gerakan social dan pemahaman konservatif (birokrasi), negara akan maju ketika social bergerak. Maka dari itu semua antara moderen dan kolot harus mampu berkorelasi untuk membentuk negara, karena tantangan dan rintangan akan selalu hadir di sela-sela kegentingan dan bisa merubah cara pandang seseorang tersebut untuk membunuh teman baiknya.

Hanya ada dua pilihan menjadi apatis atau mengikuti arus , tetapi aku lebih untuk menjadi manusia merdeka (soe hok gie)

 

Penulis: Anjasmara

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *