Relevansi Informasi dan Privasi

Umat manusia sedang menghadapi revolusi yang belum pernah terjadi sebelumnya, semua cerita lama kita runtuh, dan tidak ada cerita baru yang muncul untuk menggantikannya.

Kebanyakan orang cenderung percaya bahwa mereka adalah pusat dunia, dan budaya (kebiasaan) mereka menjadi tonggak sejarah manusia. Manusia individu hanya tahu sedikit tentang dunia, dan seiring dengan berjalannya sejarah, mereka semakin jarang mengetahui.

Generasi Y, Z dan Alpha kita kenal juga iGeneration, generasi net atau generasi internet, mengaplikasikan semua kegiatan dalam satu waktu seperti nge-tweet  menggunakan ponsel, browsing dengan PC. Apapun yang dilakukan  kebanyakan berhubungan dengan dunia browsing, lebih memilih youtube daripada tv. Sejak kecil kita sudah dikenalkan dengan teknologi dan akrab dengan smartphone canggih yang secara tidak langsung berpengaruh terhadap kepribadian mereka.

Banyak tantangan yang menjadi pertimbangan dalam serta menjadi hambatan dalam masa kini, kita dibanjiri oleh informasi dan bahkan sensor kesulitan untuk memblokir semua sehingga terjadi penyebaran informasi yang mendisrupsi kita dengan irelevansi . Selain mengajarkan terkait informasi tenaga pengajar perlu harus pula menyampaikan bagaimana memfilter informasi-informasi yang beredar sehingga generasi kini dapat membedakan yang nyata atau sebaliknya.

Dengan adanya big data serta algoritma dari AI (artificial intellegence) yang dapat menguasai fikiran dalam mengemudikan diri kita dalam dunia maya,seperti game online yang tujuan untuk refresh berubah menjadi asupan wajib, maka patut untuk menentukan tujuan saat sebelum berselancar sebelum algoritma yang menciptakan pikiran kita untuk kita.

Algoritma sedang mengawasi kita sekarang, kemana kita pergi, apa yang kita beli, siapa yang kita temui, bahkan hembusan nafas serta detak jantung kita diawasi saat ini, Big data bekerja untuk mengenal kita lebih baik dan lebih baik, dan begitu algoritma ini mengenal kita lebih baik dari diri kits sendiri, maka kita akan mudah dikendalikan serta dimanipulasi, kecuali kita mempertahankan eksistensi pribadi kita sendiri.

Lantas kebocoran data sangat merugikan kita saat ini, Dimana data kita saat ini rentang di salah gunakan. Serta masih adakah yang namanya privasi saat ini? Disaat semua yang dilakukan saat browsing meninggalkan bekas.

Langkah yang memungkinkan kita lakukan paling mungkin saat ini hanyalah berhati-hati, sementara kita menunggu RUU perlindungan data pribadi yang disusun DPR RI akan dibahas dan disahkan meskipun belum ada tanda-tanda rampungnya draft RUU tersebut.

Perlu kesiapan menghadapi perkembangan teknologi kini disaat informasi dan privasi kini dalam dunia maya menjadi hal yang diperjualbelikan. Dan marilah kita bijak dalam bersosial media.

Penulis: Junaedi, Mahasiswa Jurusan Farmasi UIN Alauddin Makassar