Semesta Angkat Bicara

Dalam senyum mentari pagi menyinari bumi

Seluruh penghuni jagat raya memuji kuasa-Nya

Tidak lupa dengan manusia

Yang menghimpun segala harapan tanpa jeda pada yang kuasa

 

Di langit biru nan afsun

Segerombolan merpati terbang di atas bumantara

Mengepakkan harapan penuh cita

Menuju kehidupan yang damai

 

Lalu hujan kian menyapa

Tak ingin melewatkan sakralnya menghidupkan elemen bumi

Menjatuhkan bening kristal penuh arti

Untuk kehidupan alam semesta

 

Di sisi malam gelap gulita

Gugusan rekata berbalut baswara

Menjadi ke elokan memandangnya

Sebagai teman bersinar dalam impian

 

Namun, dalam sebuah kontemplasi

semakin menua jagat raya ini

Semakin renta bumi ini

Tahun demi tahun terlewati

Ada luka menganga dalam setiap pengembaraan

Bumiku rusak di tangan para penjahat

 

Lautku tercemar

Hutanku tandus

Makhluk hidup kian punah

Dan perlahan langka keberadaannya

 

Semesta seakan membantu memberi jawaban

Bencana alam yang terjadi adalah bentuk perlawanan

Kerakusan,

Keegoisan,

Tanpa rasa syukur,

Adalah bukti kehancuran dan kekacauan

 

Menepilah untuk bertanya pada diri

Apa yang telah diperbuat oleh raga

Hingga menjadi tersangka

Yang pada akhirnya semesta angkat bicara

Bumi kian menua

Siapa lagi yang akan menjaga

Jika bukan kita

 

 

Penulis: Titin Wahyuni, Mahasiswa Universitas Borneo Tarakan