Puisi-puisi Jusmi

PADA MALAM

Aku ingin mengeluh, perihal rindu yang enggan luruh.
Menjejali hati yang terus bergemuruh.
Lantaran tak mungkin lagi disapa temu.

Pada malam,
Kuburlah kenangan dalam-dalam.
Bawa ikut serta dalam kelam.
Cengkeram,
Agar tak lagi berani menyambangi ingatan.

Pada malam,
Leburkan kenangan.
Seperti cahaya yang kau sekap,
Tersembunyi demi tahta kegelapan.
Pada waktu-waktu yang tak kau rahasiakan.

Aku ingin hilang sekejap.
Agar segala tentangnya segera beranjak.
Tandas dari benak.

 

 

 

BARANGKALI

Barangkali dihidupmu, aku hanya secarik rahasia.
Terselip di antara ruas kata yang tak pernah terutara.
Atau mungkin aku yang menafsirkan pemahaman yang salah.
Menduga telah selalu kau jadikan penyusun dalam rangkaian aksara.
Nyatanya, ada yang diam-diam membuatmu jauh lebih terkesima.

Barangkali, percakapan-percakapan panjang yang kita lalui hanya menciptakan jemu, bagimu.
Sama sekali tak melahirkan kesan, terlebih rindu.
Kita hanya membina impian semu, yang tak mungkin nyata dijumpai pada titik temu.
Layaknya sejuk hembusan angin yang sudah pasti akan berlalu.

Barangkali, aku telah berlebihan dalam menilai.
Mengagumimu dengan sangat hebat sampai tak melihat akan ada badai.
Atau barangkali, takdir menginginkan kita paham, bahwa aku dan kamu bertemu hanya untuk terlerai.

 

 

Penulis: Jusmi, merupakan mahasiswa UIN Alauddin Makassar

Mungkin Anda Menyukai