Ceritera Aksaraku

Ragaku ini hanyalah perapah.
Sudah meninggalkan jejak di mana-mana.
Dan tak terpikir untuk berhenti.
Karena nafasku, masih menyatu dengan angin.
Tetap hidup meski menghempas ke sembarang tempat.

Giatku, terus mengaksara. Betapapun tidak lakunya.
Tanganku menari sebagai bukti,
Sangatlah baik ilahi dengan Maha-IlmuNya.
Berhasil menggerakkanku untuk beraksara.

Maka bergabunglah, lautan tinta tak berbatas.
Tak ada yang lebih indah dari menuliskannya bersama.
Sampai kita menuju pada satu kota,
Tempat seluruh aksara mendunia.

 

 

 

 

Penulis: Fadhyani Azhar, Siswa SMAS IT Bengkinang

Mungkin Anda Menyukai