Usia Terbaik untuk Memberikan Smartphone pada Anak

Smartphone atau dalam Indonesia dapat diartikan “ponsel cerdas” adalah telepon genggam yang memiliki kemampuan dan fungsi penggunaan hampir menyerupai komputer. Dari hari ke hari, smartphone selalu muncul dengan menyajikan teknologi terbaru yang membuat hidup manusia lebih praktis. Tak heran jika perusahan-perusaan smartphone bersaing ketat menciptakan smartphone dengan terus meningkatkan pembaruan.


Tidak hanya orang dewasa yang menggunakan smartphone dengan memanfaatkan fungsi di atas, tak jarang ditemukan orang tua memberikan smartphone pada anak sebagai media pembelajaran, hiburan, dan pengembangan kreatifitas anak.

Namun, tahukah Anda kapan usia terbaik memberikan smatphone pada anak?
Pemberian smartphone pada anak dipercaya oleh para orang tua bahwa smartphone akan memudahkan anak mengakses pelajaran melalui internet sehingga anak proses belajar anak menjadi lebih gampang. Selain itu, beberapa aplikasi hiburan juga akan membantu anak mengembangkan kreatifitas.


Jika para orang tua bisa lebih peka dalam mempertimbangkan tingkat kebutuhan anak akan smartphone itu sendiri, ada waktu ideal untuk memberikan smartphone pada anak. Bill Gates pernah mengatakan bahwa waktu terbaik memberikan smartphone pada anak adalah saat anak berusia 14 tahun. Pada usia tersebut, seorang anak dipercaya bisa memahami penyeimbangan penggunaan smartphone untuk menghindari efek kecanduan.


Meski diakui bahwa internet juga memiliki peran yang baik dan bagus untuk perkembangan anak, tapi jika tidak selektif dan dibatasi akan membawa dampak buruk pada anak, seperti:

1. Mempengaruhi Perkembangan Otak Anak
Terlalu dini memberikan smartphone pada anak juga memengaruhi perkembangan otak anak. Seorang anak yang terbiasa mengakses internet untuk membantu menyelesaikan tugas sekolah dapat memperlambat perkembangan otak anak sehingga lamban dalam berpikir.
2. Kecanduan
Kecanduan bermain smartphone bisa membuat anak menjadi lebih pendiam, mengurung diri, sehingga kurang bersosialisasi dengan lingkungan sekitar.
3. Rentan Menjadi Korban Cyber Bullying
Maraknya cyber bullying juga membuat anak rentan dan bisa saja menjadi korban bullying. Tentu ini akan mempengaruhi kesehatan mental anak.
4. Mempengaruhi Kesehatan Mata
Selain itu, terlalu lama menatap layar smartphone juga bisa mengganggu kesehatan mata pada anak.

Lalu, apa yang harus dilakukan untuk menghindari dampak buruk penggunaan smartphone bagi anak?


Tak bisa dipungkiri bahwa memperkenalkan smartphone kepada anak juga ada baiknya, yaitu agar anak tidak gagap teknologi. Akan tetapi, tetap batasi penggunaan smartphone pada anak, dampingi dan bantu anak memahami apa yang mereka lihat. Setelah selesai bermain smartphone, jangan lupa seimbangkan juga dengan berbagai aktivitas luar rumah yang bermanfaat untuk tumbuh kembang anak. Misalnya dengan mengajak anak untuk berolahraga, membaca buku cerita, mewarnai gambar, mengunjungi kebun binatang, dan lain sebagainya.

Oleh Ade Ervina Reski

Mahasiswa Universitas Negeri Makassar

Mungkin Anda Menyukai